Mulailah dari perkara kecil

MULAILAH DARI PERKARA YANG KECIL


Uang adalah sesuatu yang menjadi kebutuhan untuk menjadikan segala sesuatu ada. Tetapi uangpun adalah titipan, karena uang akan berpindah sesuai dengan siapa,kapan, untuk apa, dan kemana uang itu pergi.
Sebut saja Tn. Z, adalah seorang kepala Keluarga yang kewajibannya adalah menafkahi seisi keluaganya. Tn Z. bekerja sebagai PNS pada sebuah lembaga pemerintahan.
Saya sangat kagum dengan kepribadiannya. Walaupun temperamennya kasar, tetapi ia adalah sosok yang tegas,jujur, dan penyayang.
Kepribadian ini  bukan hanya  dalam keluarga tetapi ditunjukan juga dalam pekerjaannya .
Suatu ketika Tn. Z, menangani suatu kegiatan pengadaan barang dan jasa. Seperti biasanya semua barang sudah dilakukan pembelian yang selanjutnya di SPJ kan. Alhasil beberapa temannya sangat kecewa bahkan heran karena pembelanjaan sesuai rillcost dan tidak sesuai dengan anggaran yang ditetapkan dalam artian sesuai harga sebenarnya, tanpa memarkap harga.
Sebagai konsekuensinya harus mengembalikan kelebihan uang tersebut ke kas Negara. Ada temannya langsung menanyakan hal tersebut kepada Tn Z. “ mengapa Bapak tidak SPJkan sesuai DPA saja? Kan uang sisanya bisa dibelikan apa saja dari uang kelebihan itu”
Teman lainnya juga langsung menanggapi “ bapak ni mau masuk surga ko?”
Jawab Tn.Z. “ terima kasih untuk masukan yang kalian berikan, saya tahu bahwa kelebihan uang tersebut akan memberikan keuntungan. Tetapi prinsip saya bahwa saya tidak akan pernah membawa uang itu dalam rumah saya. Karena didalamnya ada istri, dan anak-anak. Saya tidak mau istri dan anak-anak saya mengalami hal-hal yang tidak kami inginkan. Entah sakit,ataupun tantangan lainnya”
Sebut saja Ny.L. Beliau adalah istri dari Tn Z. sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya  ia begitu menikmati perjalanan rumah tangganya sebagaimana keluarga yang lain. Susah senang silih berganti. Itulah hidup ibarat arena pertandingan yang harus dilalui, kadang mulus,kadang bergelombang.
Suatu waktu Tn Z sedang berbincang-bincang dengan Ny. L  istrinya. Tn Z menceritakan hal ini kepada istrinya. Tetapu istrinya langsung menanggapi, “ kenapa tidak ikut dengan saran teman teman bapak tadi? Kan kita bisa beli kebutuhan lainnya. Tetapi Tn.Z dengan senyum mengatakan “ Mama e….apakah masih kurang berkat yang ada? Hal seperti itu terlalu bisa untuk di nikmati. Bahkan Tn Z juga masih memberikan contoh jika saya mau kenapa tidak dari dulu. Banyak kegiatan yang sudah saya buat. Tapi untuk apa? Tumpuk kekayaan? Buat Rumah Mewah?”
Apa yang sudah diberikan Tuhan nikmatilah dengan ucapan syukur. Janganlah kita melihat kelebihan orang lain sehingga kitapun berupaya untuk menyainginya. Tetapi apa yang ada pada kita itulah berkat Tuhan yang harus disyukuri.
“Terimakasih Bapak karena sudah membuka pemahaman tentang suatu kejujuran dalam pekerjaan ujar istri Tn Z.


“ Dengan Uang kita bisa membeli apapun yang kita inginkan, barang mewah, rumah yang megah, tempat tidur yang nyaman,
"Tetapi dengan uang kita tidak bisa membeli ketenangan, rasa nyaman
"Dengan uang kita bisa membeli obat yang mahal, bisa berobat ke fasilitas kesehatan yang komplit
"Tetapi dengan uang kita tidak bisa membeli kesehatan”
⚘⚘⚘⚘🙏🙏

Komentar